ngopi yuk..! |
aku hitam terkadang manis tapi banyak juga yang bilang pahit. aku hitam tapi tak jarang berubah coklat. slurrrpppp.. aku teman saat membuka mata dan aku sahabat dikala malam tiba. mmm...ngopi yuk..! |
Semua tak pernah ada ujungnya, bahkan sampai kita ada dalam kubur dan tertinggal hanya nama di batu nisan serta jutaan kenangan baik dan buruk dalam tiap memori orang-orang yang mengenal kita, kesemua itu bukanlah ujung. Seluruh kitab agama menuliskan tentang kehidupan setelah kematian, pertanda bahwa jiwa dan cerita kita tidak akan berujung. aku tak ingin bicara tentang Tuhan. Aku ingin bicara tentang kita
Cerita kita yang terlalu akrab pekat dan dekat sampai melekat dan tak terbatas cerita kita yang tak pernah habis sejak Tuhan memutuskan aku menjadi bagian mu,berbagi sampai Tuhan menunjukan siapa terlebih dulu pulang kerumahNya.aku dan kamu yang terkadang benci dengan perdebatan dingin tanpa bicara, cinta dengan paras berbeda. saling meneriaki tapi melindungi.saling sindir tapi begitu perduli. Saling menyakiti tapi lebih dari mencintai dan ingin yang terbaik,untukmu dan untukku dengan cara yang tak biasa. Tapi kami sama-sama sadar kami saling cinta.kami sama-sama rindu.
Aku enggan mengingat awal dimana kita mulai merasakan jarak yang begitu menyakitkan, bahkan aku ingin singkirkan pikiran picik yang menganggap aku dilahirkan dalam kondisi yang jauh dari kata biasa dan tumbuh dalam kondisi super duper luar biasa.bersyukur aku hidup dan bertahan sampai saat ini. Kita bersama saling tahu karna kita yang menciptakan sebuah memori-memori. Prosa-prosa yang tak perlu ditulis tapi selalu teringat dan hapal luar kepala.aku dan kamu sama-sama berjuang, sampai detik ini perjuangan belum berhenti. Walau menahan rindu yang luar biasa kedekatan aku dan kamu justru merenggangkan kemesraan saat dimana aku dan kamu mempunyai jarak ratusan kilometer. aku rindu pelukanmu..aku ingin manja, ingin kembali seperti usiaku 5 tahun yang takut di tinggal sendiri. Jangan bosan meladeniku, kata-kata kerasku tak bermaksud menyakitimu itu hanya ungkapan tanda tak rela dengan semua yang terjadi pada kita, pelampiasan yang lelah untuk ku tahan, karna kau begitu keras kepala kau begitu membela apa yang entah kau ingin atau tidak, kau membuat keputusan absurd, keputusan diantara. Tak jelas. mimpi yang tak terwujud pada masa silam ataukah sungguh yang kau butuhkan. keputusan mu tak menghadirkan kebaikan. Aku tak punya daya apapun, dan akhirnya kita yang jadi korban.. rindu setiap hari dan inginkanmu seutuhnya sebelum ku diambil orang lain. Ibu…
Mei 2013
Nl
(Source: moonbetweensongs, via nisavirgi)
Manusia lekat dengan lupa, mudah terlena dan asa yang selama hidup tidak pernah diraih menjadi sebuah pembenaran untuk membiarkan lupa dan terlena tetap subur dan tidak sadar bahwa sudah lupa. Terbius, sadar dan tidak pingsan namun terlena entah apa yang pantas untuk menyebut hal itu. Seberengsek ini lupa menjangkiti seseorang, mengakibatkan orang lain tersudut karena efek lupa.
Semena-mena seolah Tuhan lupa memberi perasaan pada dia, syukurnya Tuhan bukan menciptakan dia sebagai robot, robot dengan remote control dan tombol segala rupa. Mungkin ditinggalkan, atau tertinggal tidak begitu jelas, yah namanya juga lupa. terlena karena akhirnya asa yang dulu akhirnya tercipta dan mulai tak sadar apa yang dilakukan diluar kebiasaan diluar kepatutan.
Lalu biarlah, dia bahagia walau dalam lupa, melupakan saya, melupakan semua, membiarkan malam kami sunyi.
Tuhan, dia disana hanya lupa semoga ingatannya kembali.
Cirebon 26 maret 2013
mungkinkah aku membutuhkan ruang untuk sendiri? namun secara sadar aku sebenarnya sudah terlalu lama sendiri, dan semakin hari semakin bertanya apa yang sebenarnya ku cari kenapa begitu kosong kenapa bosan kian mengglayuti, dan aku pun tidak terlalu mengerti apa yang sebenarnya aku inginkan sehingga rasa ini kembali normal.
kamu disana seperti hayalan yang tak pernah terwujud, lama tak tersentuh dan akupun mungkin begitu..
dan ketika di sepanjang hari aku merindu dan ketika itu kau hanya sebuah hayal yang berada di garis antara nyata dan mimpi. mungkin terlalu sering merasakan itu dan aku mulai merasakan kelelahan, lelah menahan.
bukan hanya menghadapi sekian ratus kilometer saja tapi juga semua keterbasatasan yang kita punya
bosan menatapmu hanya dari sebuah tulisan, bosan ketika hanya mampu mendengar suara tanpa pernah menatap mimik wajahmu dan sampai aku pun mulai tak mengerti apa yang harus aku lakukan atau kamu lakukan.
Entah darimana harus memulai mungkin saya sendiri sudah mulai muak dengan semua yang terjadi yang mengelilingi hidup saya,pagi ini tepat saya membuka mata dan sedang bersiap menuju tempat kerja, ibu saya menceritakan berbagai hal yang dialaminya yang pada akhirnya membuat saya merasa jengkel,sedih dan marah dan tanpa sadar saya justru lebih merasakan kemarahan yang luar biasa, saya bosan dengan keluhan yang sama dari semenjak saya kecil sampai usia saya sudah lebih dari dua puluh tahun.
saya marah bukan kepada ibu, tapi marah pada semua realita hidup yang dirangkai untuk saya. sesampainya di tempat kerja ada masalah yang harus saya selesaikan berdebatan yang sedikit sengit akhirrnya saya harus mengalah dengan mengatakan “mohon maaf saya yang salah untuk semua ini”. disaat yang bersamaan ketika saya sedang tidak memungkin untuk meninggalkan perdebatan, sang bos yang sudah mentitahkan saya untuk segera bertemu beberapa klien lagi justru murka ketika saya justru masih terlihat meladeni orang lain.ya tuhan saya berada diantara kebingungan perintah bos atau meladeni sang raja dan kita hanya pembantu.
saya payah, otak ini rasanya mau pecah semua sudah terlalu penuh dan sudah terlalu banyak terisi sama sekali saya tidak ingin meneruskan pekerjaan ini, selain karna tanggung jawab kepada bisnis keluarga, saya pun tak bisa membiarkan keluarga seolah tak terurus dan menelantarkan adik saya dengan segala macam pembenaran yang saya lakukan karna pekerjaan saya.
dan lagi-lagi saya hanya bisa mengaku pasrah, saya lagi-lagi mengadu mengeluh padanya, mungkin diapun bosan dengan kondisi saya yang sedemikian rumit dan lemah, saya sendiri pun bingung Hidup macam apa yang Tuhan beri untuk saya!
| Suatu hari disebuah ruang kantor salah satu hotel terbesar di pinggiran jawa barat, seorang gadis berparas cantik gelisan memandangi layar monitor komputer di meja kerjanya sesekali menengok ke arah belakang dimana sebuah lorong menuju ruangan para head of departement berada, bimbang menimbang apakah hari ini waktu yang tepat untuk mengungkapkan segalanya kepada sang atasan, apakah hari ini menjadi hari yang ditentukan setelah perenungan dan keresahan panjang yang dirasakan selama menjadi seorang karyawan. Ia selalu merasa kaget setuap mendengar suara derap langkah kaki, sepatu pantofel bukan suara sepatu wanita. Bingung menentukan dari mana mengawali segalanya, bingung apakah keputusan ini terbaik dan tidak akan disesalinya dengan iming-iming masa depan dan karier yang cerah, lalu merasa semua sia-sia ketika tak pernah ada rada nyaman dan tenang dalam menjalani sebuah pekerjaannya. |
Many have heard of once upon a time…
Starting when you woke up on a day so fine
Realizing it’s another beginning
That sure is a quest on the never ending
Many people you have met
Most made you cry, I bet
But only a few gave you that special feeling
Especially at times…
Sore itu ketika langit tidak begitu gelap namun angin memang memberi tanda bahwa sebentar lagi akan turun hujan, aku dan dia sedang berdiri di sebuah persimpangan, kami belum memutuskan kemana akan berjalan, kiri atau kanan. Tak ada jalan lurus di depan yang membuat kita tetap bergandeng tangan tanpa harus terpisah, aku dan dia memang berbeda, terlalu banyak perbedaan diantara kita tapi sekian tahun kita bersama tanpa pernah mempermasalahkan perbedaan dan kita maju pada tujuan yang sama.
Aku dengan seketika di pisahkan oleh 219 kilo meter, belum lagi aku dengan beban yang begitu berat, dan setiap hari aku membutuhkan lahan sebesar bahunya untuk meletakan kepala yang begitu berat dan tak kuasa untuk tegak dan tak ada lahan sesempurna miliknya. Sayang.. Dia terlalu jauh..
Ini cerita lain ketika banyak pembicaraan absurd tentang masa depan kami dan entah kalimat bagian mana yang membuat ia tiba-tiba terdiam kaku dia hanya berkata “impian kita, sangat jauh berbeda”
Ini bukan kalimat menyerah, ini bukan kalimat pasrah,justru ini saatnya aku dan dia mulai berjuang menyamakan yang tidak sama, atau bagaimana kalau kita rubah saja, mengharmonisasikan yang tidak sama. ya.. Sebagian fiksi namun kebanyakan nyata, dan aku akan kembali pada cerita yang berbeda.
-L-
January 2013
selamat malam..
terimakasih sebelumnya untuk teman yang sudah berkunjung di blog ini dan membaca isinya, saya masih belum begitu pandai mengelolanya dengan baik isinya memang kebanyakan hal-hal sentimentil. tapi saya merasa sangat terbantu dengan tulisan yang saya post kemarin. Saya mengalami kebingungan ketika banyak pertanyaan kepada saya ketika merek tahu bahwa saya sudah meninggalkan jakarta lebih tepatnya saya kembali ke kampung halaman orang tua saya. untuk itulah saya menulis, singkatnya memang seperti apa yang saya ceritakan di postingan kemarin,dan ada beberapa memberikan feedback pada saya bahwa akhirnya mereka mengerti mengapa saya harus pergi keluar jakarta dan sulit untuk kembali lagi. ternyata tulisan saya cukup membantu tanpa saya harus bercerita panjang lebar
ada beberapa moment yang sangat saya sayangkan ketika harus tinggal disini yang mungkin selamanya. beberapa hari setelah saya berada di kota ini. saya mendapatkan panggilan interview dari stasiun media besar, mengajak saya untuk interview dengan posisi reporter. usai saya menerima telpon tersebut dan tentunya menutup dengan kata maaf karena saya tidak mungkin kembali ke jakarta apalagi bekerja disana, saya pun hanya terdiam kaku menahan apa yang saya rasakan, kesempatan besar meraih mimpi besar pun sirna dalam hitungan detik!
dan terimakasih banyak karena saya sudah menjadi seseorang yang tega membunuh mimpinya sendiri.
lagi-lagi saya bertanya kepada Tuhan, mengapa kau begitu baik padaku yang selalu tampak tak berdosa ketika mulai melupkanmu.
desember 27, 2012
saya beri nama judul tulisan ini dengan jet lag, mungkin ini yang orang banyak alami ketika baru saja berpergian menaiki sebuah pesawat. ” Jet lag atau secara medis disebut desinkronosis, adalah sebuah kondisi fisiologis yang terjadi akibat gangguan terhadap ritme sirkadian tubuh, hal ini dikelompokkan sebagai salah satu gangguan tidur ritme sirkadian.” -wikipedia- lucunya saya sendiri honestly belum merasakan bagaimana jet lag sebenarnya it mean saya belum pernah terbang dan kemudian merasakan jet lag, karena jet lag yang saya maksud disini adalah sebuah rasa yang hampir sama seperti ketika kebanyakan orang yang sudah terbang dan merasakan jet lag, bedanya saya merasa jet lag dengan kehidupan yang di rancang Tuhan. saya selalu merasa Tuhan terlalu membabi buta mempertontonkan kekuatanNya pada saya, khususnya pada kehidupan yang saya jalani. hitungan jam dan hari tanpa berbasa-basi saya sudah merubah semuanya secara tiba-tiba dari tempat tinggal,pekerjaan, dan…. keluarga. sebelumnya saya adalah seorang jurnalis di sebuah media di ibu kota, sebelumnya lagi saya adalah seorang mahasiswa dengan berbagai kegiatan kampus yang berjibun, sebelumnya lagi saya adalah seorang siswa sma swasta di kota kecil yang punya keinginan besar untuk menjadi seorang yang bergelut di bidang broadcasting dan mimpi menjadi seorang penulis. mimpi itulah yang membawa saya untuk menjadi anak rantau di ibu kota,berjuang mati-matian masuk universitas indonesia dengan jurusan komunikasi dan pada akhirnya saya menyerah berlabuhlah saya di sebuah universitas swasta di bilangan senayan tetap pada jurusan awal komunikasi. Disana lah saya mengenal hidup mengenal dan menjalani sebuah proses kehidupan yang begitu luar biasa dan melahirkan saya yang matang dan dewasa mencintai seni dan mencintai keragaman manusia,saya mengalami proses dimana saya benar-benar menjadi seseorang yang terbuka dan mengetahui apa yang saya inginkan dan yang tidak saya inginkan, mengetahui minat dan bakat saya mengetahui kelemahannya dan seluruh dalam diri saya serta menemukan keluarga kecil di sebuah kosan yang berada di gang sempit hutan gedung-gedung senayan, teman yang penuh dengan cerita konyol sesama anak daerah kalian begitu tidak terlupakan.kemudian saya lulus tepat waktu dan berhasil meraih sarjana ilmu komunikasi, dan sampailah saya pada sbuah gerbang kehidupan sebenarnya ketika proses kehidupan yang sebenarnya mulai terbuka dan mau tidak mau suka tidak suka saya harus memasuki gerbang tersebut, sampailah saya pada sebuah kantor media terbesar,bertemu seorang yang mempunyai jabatan bagus, dan hanya dalam satu minggu saya diterima sebagai karyawan dan resmilah saya menjadi sorang jurnalis. saya tiba-tiba menjadi seseorang yang sangat beruntung ketika semua teman-teman lainnya menyerah pada profesi ini saya justru sangat menyenanginya, dan saya beruntung ketika Tuhan tidak memberikan kesempatan bagi saya untuk menjadi seorang yang tidak tanpa pekerjaan pasca lulus kuliah. saya mulai bekerja di sebuah media grup terbesar di indonesia menjadi seorang reporter dan beruntung menjadi barisan pertama yang mengetahui isu-isu di indonesia, dan lebih beruntung ketika saya di pertemukan dengan rekan-rekan, kawan dan sahabat yang luar biasa. lelah dan stress bekerja menghadapi ide gila dari produser serta macetnya jakarta hilang seketika saat saya duduk disebuah kursi langganan para reporter dan kameramen usai mengejar berita “breakout” itu nama tempat terbuka namun tersembunyi saksi dimana tawa saya dan kawan-kawan membahana, saksi dimana ketika kami mangap dan mendengkur karena kelelahan, saksi dimana kami berdiskusi tentang segalanya. “breakout” begitu banyak menyimpan kenangan dan dipekerjaan ini lah saya dipertemukan dengannya, dengan seseorang yang sampai detik ini begitu memenuhi seluruh rongga di tubuh ini dengan cinta yang mungkin tak akan ada habisnya. dan ketika semua sedang nikmat berjalan, sedang begitu bergelombang namun tak sampai membuat karam, saya terpaksa berlabuh selamanya kembali ke tempat dimana saya dulu berasal,kota yang membesarkan tapi bukan kota yang melahirkan saya, ketika semua menjadi sedemikian runyam sehingga perintah harus lah dilaksanakan sesegera mungkin. saya begitu terpuruk dengan keputusan mendadak yang harus saya ambil, kembali pulang kerumah bersama dengan ibu dan adik. berat. meninggalkan jakarta yang sedang begitu asik, yang sedang begitu mesra dan romantis karna diguyur hujan setiap sore hari, dan saya harus meninggalkan suasa itu segera.mimpi buruk apalagi yang diberikan Tuhan pada saya. prosesnya pun akhirnya harus saya lalui, ketika begitu sulitnya melepaskan diri dari kontrak kerja karna tidak sesuai prosedur yang berlaku, belum lagi saya begitu merasa tak terima ketika harus meninggalkan sahabat dan cinta dan juga cita-cita yang hanya bisa terwujud di kota ini. pekerjaan yang sangat saya cintai dan banggakan harus rela saya tinggalkan. runyam… saya benar-benar merasa runyam, depresi dan dia, seseorang yang sebut cinta, tahu dan paham akan hal ini, semua tertumpah setiap hari di bahunya, aku payah..aku benar-benar tak berdaya melawan apa yang Tuhan kehendaki. smpai tiba waktunya ketika saya dan cinta mengemasi seluruh hal dari yang besar sampai serpihan tak terlihat lalu ini yang kusebut kenangan, aku kembali runyam ketika melihat semua sudah kosong dan siap untuk ditinggalkan. cinta mengantarkanku, sepanjang perjalanan aku gelisah, aku tak ingin cinta tahu aku tak ingin cinta khawatir tapi sejujurnya hati ini begitu sesak. jelas saja, karena dihadapan sudah menanti kehidupan berengsek yang tidak pernah saya inginkan. ketika sebelumnya alasan aku pulang hanya untuk Ibu dan adik, namun layaknya cerita dongeng yang mengandung banyak sekali omong kosong, itulah yang terjadi pada kehidupanku sejujurnya. ibu dipinang dan saya terpaksa harus tinggal dirumah, lagi-lagi saya harus sendiri. hari semakin berat ketika cinta harus kembali ke ibukota,saat itulah saya merasa Tuhan membanting saya di titik paling rendah kehidupan. ketika saya benar-benar merasa dibodohi dengan keadaan di bodohi dengan situasi dan saya dibiarkan sendiri menghadapi ini. ditinggal cinta saya harus beradaptasi keras dengan lingkungan yang benar-benar baru, pekerjaan baru, teman baru dan semua yang terbilang baru sementara saya masih belum selesai membereskan kerunyaman saya di rumah, saya dipaksa harus menjalani sesuatu diluar kebiasaan diluar minat. saya depresi, hampir setiap malam air mata saya tumpah, sendiri dipojokan kamar mandi atau disudut rumah. saya marah pada Tuhan atas rencana berengsek yang dikirim untuk saya! Ini yang saya sebut Jetlag. sampai saat ini ketika saya menuliskan ini, saya masih belum bisa menerima apa yang sedang saya jalani saat ini, mungkin cinta pun bosan mendengar keluhan saya setiap hari, kadang mendengar tangisan saya. jetlag dan seolah tak pernah akan sadar bahwa saya sudah berada dalam situasi yang disebut kenyataan situasi yang harusnya pulih dari ke-jet lag- an. masih begitu banyak buntut kerunyaman yang saya sedang jalani saat ini, entah apa maksud Tuhan saya belum bisa mencerna lebih, saya hanya bersyukur masih diberikan mental dan jiwa yang tangguh untuk menghadapi semua ini, ketika rasa menyerah menyerang saya hampir kehabisan akal untuk melarikan diri, dan lagi pula saya tidak tahu haru melarikan diri kemana menghabiskan nyawa sendiri bukanlah suatu keputusan elegan sebagai manusia dan saya tidak akan melakukan hal bodoh itu. karena tak tahu cara menyerah dan menyerah yang seperti apa, mau tidak mau pilihannya adalah berjuang. semoga saya menang dan saya kalah dengan segudang pelajaran. desember 25,2012
Blonde Japanese girl at the Yoyogi Flea Market in Harajuku w/ Supreme, Stussy & Topshop leopard sneakers.
Ingin…
Bersamamu menuliskan namaku dan namamu di pasir pantai…
Sepertimu yang saat itu, atas permintaanku untuk menuliskan namaku di salah satu...